Dengan OK OTrip Bisa Keliling Jakarta Cukup Bayar Rp5000

Melalui program OK OTrip yang baru-baru ini diluncurkan, Pemerintah Provinsi DKI sedang mengembangkan sistem transportasi terpadu. Di mana ke depan angkutan umum bisa membuat siapa pun naik angkutan dari depan rumah sampai dengan jalur bus Transjakarta terdekat.

0
432
OKOTRIP

Keliling Kota Jakarta cukup membayar Rp5 ribu? Iya, duit goceng bisa untuk ke mana saja, menggunakan angkutan umum yang telah terintegrasi dalam konsep moda transportasi terpadu. Melalui program OK OTrip yang baru-baru ini diluncurkan, Pemerintah Provinsi DKI sedang mengembangkan sistem transportasi terpadu. Di mana ke depan angkutan umum bisa membuat siapa pun naik angkutan dari depan rumah sampai dengan jalur bus Transjakarta terdekat.

Pemprov DKI hingga kini masih terus mengupayakan terwujudnya transportasi terintegrasi itu. April tahun lalu, misalnya, Koperasi Wahana Kalpika bekerja sama dengan manajeman bus Transjakarta, untuk bisa mengoperasikan kendaraan pengumpan (feeder).

Lewat kerja sama itu, penumpang Transjakarta dapat menggunakan angkot KWK secara gratis menuju halte Transjakarta. Uji coba dilakukan di sepuluh rute, di antaranya Semper – Tipar Cakung, Cililitan – Munjul, Rawa Buaya – Grogol, Terminal Cililitan – Condet, Lebak Bulus Petukangan, dan Rawamangun – Klender.

Layanan gratis ini beroperasi dari pukul 05.00 – 09.00 dan pukul 16.0020.00. Di luar waktu itu, setiap operator angkutan kota menarik biaya kepada penumpang seperti biasa.

Hal yang sama dilakukan oleh angkot jenis Mikrolet di berbagai rute, yang diujicobakan sejak 15 Januari lalu hingga 15 April mendatang. Integrasi moda transportasi umum ini akan terus dikembangkan dengan jenis angkutan lain seperti Kopaja dan Metromini, termasuk armada bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang menghubungkan Transjakarta dengan kota-kota penyangga Jakarta.

Dengan sistem satu kartu itu, para penumpang cukup memiliki satu kartu yang dapat dipergunakan untuk seluruh moda transportasi: commuterline, bus Transjakarta, dan angkutan umum lain.

“Siapa pun, begitu keluar rumah dan naik angkot cukup menempelkan kartu pada mesin yang tersedia, maka saldo pada kartu kena potong Rp4.000 sesuai tarif angkot itu. Begitu naik kendaraan berikutnya, Kopaja misalnya, kena potong hanya Rp1.000. Nah, sampai di halte Transjakarta, penumpang tidak dikenai biaya lagi,” kata Andri Yansyah.

Begitu pula saat pulang, warga yang langsung naik bus Transjakarta langsung dipotong Rp3.500. Jika dia lanjut naik angkot, saldo kartu terpotong Rp1.500 saja. Dengan demikian, warga hanya mengeluarkan Rp5.000 setiap melakukan perjalanan,” jelas Andri.

Menurut Andri, sistem itu hanya berlaku dalam kurun tiga jam. “Dari dia berangkat sampai ke tempat tujuan, itu tiga jam,” katanya. Jadi, tarif Rp5.000 itu berlaku tiga jam sejak warga melakukan pembayaran pada kendaraan pertama.

Tidak Bisa Berhenti Sembarang Tempat

JAM menunjukkan pukul 08.50. Sebuah angkot berstiker OK Otrip meluncur dari Terminal Kampung Melayu menuju Durensawit. Angkot tidak bisa menaik-turunkan penumpang di sembarang tempat.

“Ke arah Durensawit, ramainya kalau sore pas pulang kerja,” kata Sulaiman, sang sopir. “Ini rute baru. Selama ini tidak ada angkutan yang rutenya sampai Rumah Sakit Duren Sawit,” timpal seorang penumpang, Heri.

Menurut Heri, angkot 03 sebelumnya melayani rute Kampung Melayu sampai Kompleks PWI, Cipinang. Perpanjangan rute ini, diakui juga oleh sang sopir, Sulaiman, khusus untuk penumpang yang punya kartu OK Otrip.

Selain rute diperpanjang, penumpang tidak bisa naik maupun turun di sembarang tempat. “Iya, tidak boleh berhenti sembarangan. Sudah ada tempatnya. Kalau kita mau turun sebelum lokasi pemberhentian karena rumah kita di situ, misalnya, tidak bisa,” kata Rista, penumpang lain, karyawan RS Durensawit.

Sepanjang rute Terminal Kampung Melayu sampai Kantor Kecamatan Duren Sawit, terdapat 22 plang stop dengan jarak maksimal sekitar 500 meter. Terdapat 15 angkot OK Otrip melayani rute Kampung Melayu – Durensawit selama uji coba sejak 15 Januari hingga 15 April mendatang. Selama uji coba, penumpang tidak dikenai ongkos.

Pemprov DKI menguji coba enam rute perjalanan program OK Otrip di seluruh Jakarta. Keenam rute itu dilayani sekitar 100 angkot yang terintegrasi, mencakup rute kawasan Durensawit dan Cipayung (Jakarta Timur), kawasan Jelambar (Jakarta Barat), kawasan Warakas dan Cilincing (Jakarta Utara), dan Kawasan Lebak Bulus (Jakarta Selatan).

OK Otrip RuteRute OK Otrip

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here